LIVENTV
Bendera Negara Peserta

Jelang Asian Games 2018: Pahami dan Hargai Bendera Nasional Negara Peserta Supaya Tidak Mempermalukan Bangsa Sendiri

Yanto KamuTau Fakta 14 hari lalu

Nusantaratv.com - Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus 2018 memiliki motto “Energy of Asia“, atau Energi Asia. Menurut Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir, pemilihan motto ini karena beberapa alasan. Selama 10-15 tahun terakhir, Asia menjadi energi global. Secara kultural, Asia juga luar biasa. Contohnya, makanan dan kesenian Asia sudah mendunia.

Bendera nasional sebuah negara menjadi identitas dan kebanggaan bagi negara itu, sehingga pastinya tidak dibuat secara asal-asalan. Umumnya bendera nasional mengandung makna khusus, misalnya melambangkan kisah perjuangan masyarakatnya, asal-usul berdirinya negara itu, nilai-nilai luhur (sosial, budaya, agama, kepercayaan) yang dianut masyarakatnya, dan lain-lain. Itu sebabnya penting sekali mengetahui dengan benar tentang bentuk dan desain bendera nasional sebuah negara jika ingin menggambarnya di mana pun, terutama di tempat umum, atau mengibarkannya sebagai tanda sambutan dan partisipasi mereka. Misalnya seperti di ajang Asian Games 2018 di Indonesia, yang diikuti 45 negara Asia. Alangkah memalukan jika, misalnya, bendera Korea Selatan dipasang dengan simbol merah dalam lingkaran berada di bawah dan simbol biru di atas, padahal seharusnya sebaliknya. Pemasangan bendera nasional negara peserta Asian Games dengan benar adalah tanda kita menghormati negara-negara itu dan menghargai partisipasi atletnya. Masyarakat Indonesia juga pasti tidak suka jika Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan warna putih di atas, merah di bawah.

Menganggap sepele pemasangan bendera nasional sebuah negara bisa dianggap penghinaan terhadap negara tersebut. Untuk menyadarkan Anda tentang betapa pentingnya memahami lambang nasional bendera bagi negaranya, dikutip dari InspiratorFreak, Nusantaratv.com merangkum informasi tentang bendera nasional negara 45 peserta Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang berikut maknanya.


Afganistan

Bendera nasional Afganistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Afganistan dipakai oleh pemerintahan transisi Negara Islam Afganistan pada tahun 2002-2004 dan secara resmi digunakan sejak 4 Januari 2004. Bendera ini terdiri dari tiga bidang vertikal sama lebar. Bidang di kiri berwarna hitam, bidang di tengah merah, dan bidang di kanan hijau. Simbol di tengah adalah simbol klasik yang menggambarkan masjid dengan mihrabnya menghadap Mekkah. Bendera ini hampir sama dengan yang digunakan tahun 1930-1973 dengan sedikit perbedaan, yaitu simbol berwarna emas. Simbol ini menunjukkan tahun 1298 Hijriah (sama dengan tahun 1919 M), yaitu tahun kemerdekaan Afganistan dari Britania Raya. Sejak kemerdekaannya, Afganistan telah mengalami perubahan bendera setidaknya lima belas kali, menjadikannya negara dengan bendera nasional terbanyak di dunia.

 

Arab Saudi

Bendera nasional Arab Saudi/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Arab Saudi saat ini digunakan pemerintahnya sejak 15 Maret 1973. Bendera nasional Arab Saudi berwarna hijau dengan tampilan kalimat syahadat dan pedang putih. Warna hijau pada bendera ini mewakili agama Islam dan pedang menegaskan Wangsa Saud, dinasti pendiri negara, atau kekuatan militer dan kecakapan Arab Saudi.

Bendera ini dibuat dengan sisi depan dan belakang identik untuk memastikan kalimat syahadat dapat terbaca dengan benar, dari kanan ke kiri, juga dari kedua sisi. Bendera ini dikibarkan ke sebelah kiri tiang bendera saat dilihat di sisi depan (tiang bendera berada di kanan bendera).

 

Bahrain

Bendera nasional Bahrain/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Bahrain terdiri dari garis putih di sepertiga kiri bendera, dan sisanya merah. Dua warna ini dipisahkan lima segi tiga putih yang membentuk rupa gergaji. Merah adalah warna tradisional Teluk Persia. Lima ujung segi tiga melambangkan lima pilar Islam.

 

Bangladesh

Bendera nasional Bangladesh/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Bangladesh diperkenalkan pada 17 Januari 1972. Bendera yang serupa digunakan saat Perang Pembebasan Bangladesh, tapi dengan peta negara Bangladesh di atas matahari merah. Peta itu kemudian dihilangkan dari bendera untuk memudahkan bentuknya. Bendera nasional Bangladesh saat ini mirip bendera nasional Jepang, hanya warna latar belakangnya berbeda. Cakra merah melambangkan matahari terbit di atas tanah Bengal yang hijau. Cakra tersebut dimiringkan sedikit ke arah atas supaya tampak berada di tengah saat bendera berkibar. Warna merah melambangkan darah mereka yang berkorban untuk kemerdekaan Bangladesh. Latar belakang hijau melambangkan tanah Bangladesh yang subur.

 

Bhutan

Bendera nasional Bhutan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Bhutan ini, dengan sedikit variasi, telah dipakai sejak abad ke-19, dan versi saat ini digunakan sejak 1960. Desainnya bergambar naga putih di tengah dengan latar belakang segi tiga kuning di kiri atas dan segi tiga merah di kanan bawah.

Naga melambangkan bunyi petir yang bergema karena kondisi geografis Bhutan yang bergunung-gunung. Di bagian kaki naga terdapat batu permata yang melambangkan kemakmuran dan kesempurnaan. Warna putih pada naga melambangkan kemurnian dan kesetiaan rakyat Bhutan pada negaranya. Warna kuning menyimbolkan kerajaan, sedangkan merah menyimbolkan agama Buddha, agama mayoritas rakyat Bhutan.

 

Brunei

Bendera nasional Brunei/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Brunei diperkenalkan pada 29 September 1959 ketika Brunei masih di bawah kepemimpinan Britania Raya, dan ditetapkan saat Brunei mencapai kemerdekaan pada 1 Januari 1984. Bendera ini terdiri dari lambang negara di bagian tengah dengan latar belakang warna kuning dan garis hitam dan putih di bidang bendera.

Lambang negara, yaitu bulan sabit (lambang Islam), dicantumkan dengan payung obor-obor (lambang pemerintahan di bawah kepemimpinan sultan). Di bawah payung terdapat sayap yang melambangkan keadilan, kedamaian, kemakmuran, dan keamanan. Di kiri dan kanan terdapat sepasang tangan yang menadah. Di bulan sabit terdapat motto dalam huruf Jawi, “Sentiasa berkhidmat dengan panduan Tuhan” dan di bawah bulan sabit tertulis “Negara Brunei Darussalam”, juga dalam tulisan Jawi.

 

China

Bendera nasional China/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Republik Rakyat Tiongkok, atau “bendera merah lima bintang” diciptakan Zeng Liansong, seniman terkenal dari wilayah Ruian, Zhejiang. Bendera ini memiliki simbol-simbol komunisme yang terkenal, seperti bidang berwarna merah dan bintang berwarna kuning.

Bintang besar melambangkan kepemimpinan Partai Komunis di Tiongkok. Bintang-bintang kecil melambangkan empat kelas dalam masyarakat yang menganut paham komunis: pekerja, petani, golongan kaya, dan kapitalis patriotik. Ada pendapat lain mengatakan bintang besar melambangkan kaum mayoritas di negara Tiongkok, yaitu suku Han, dan bintang-bintang kecil melambangkan masyarakat minoritas Tibet, Manchu, Mongol, dan Uighur.

 

Filipina

Bendera nasional Filipina/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Filipina, dalam Bahasa Tagalog atau Bahasa Filipino dikenal sebagai Pambansang Watawat, diadopsi tanggal 12 Juni 1898. Bendera ini terdiri dari tiga warna: biru dan merah dengan segi tiga sama sisi warna putih di sisi tiang. Di tengah segi tiga terdapat simbol matahari kuning dengan delapan sinar, masing-masing terbagi menjadi tiga. Di sudut segi tiga terdapat bintang bersegi lima kuning.

Bendera Republik Filipina memiliki makna sebagai berikut:

– Segi tiga putih melambangkan kebebasan, persamaan, dan persaudaraan
– Warna merah di bagian bawah melambangkan patriotisme dan keberanian
– Warna biru di bagian atas melambangkan perdamaian, kejujuran, dan keadilan
– Matahari kuning melambangkan persatuan, kemerdekaan, demokrasi rakyat, dan kedaulatan
– Tiga bintang bersudut lima pada setiap sudut segi tiga melambangkan tiga kelompok kepulauan di Filipina, yaitu Luzon, Bisaya, dan Mindanao
– Delapan sinar matahari melambangkan delapan provinsi awal di Filipina: Metro Manila, Cavite, Pampanga, Bulacan, Nueva Ecija, Tarlac, Laguna, dan Batangas.

 

Hong Kong

Bendera nasional Hong Kong/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Hong Kong menampilkan anggrek Hong Kong (Bauhinia blakeana) putih, bercorak, dan berkelopak lima di tengah bidang berwarna merah. Rancangan bendera ini disetujui pada 4 April 1990 di sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional Ketujuh. Bauhinia blakeana yang merupakan bunga asli Hong Kong ini juga menjadi lambang daerah Hong Kong.

Rancangan bendera hadir dengan makna kebudayaan, politis, dan kedaerahan. Bauhinia mewakili Hong Kong. Merah adalah warna kemeriahan orang Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan dalam perayaan dan nasionalisme. Kedudukan merah dan putih pada bendera melambangkan asas politik satu negara dua sistem yang diterapkan di daerah tersebut. Pemberian corak pada bunga Bauhinia blakeana memiliki makna sebagai lambang pengharmonis untuk perbedaan. Lima bintang pada bendera nasional Tiongkok yang mewakili Partai Komunis dan empat golongan Mao Zedong (pekerja proletar, petani, borjuis rendah, dan kapitalis) disalin pada lima kelopak bunga.

 

India

Bendera nasional India/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional India dirancang Majelis Perlembagaan India pada 22 Juli 1947, 24 hari sebelum India menerima kemerdekaan dari Inggris. Di India, istilah “tiga warna” hampir selalu merujuk pada bendera India. Bendera ini terdiri dari tiga warna melintang: kuning cempaka, putih, dan hijau dengan Ashoka Chakra berwarna biru di tengah garis putih.

Setiap warna pada bendera nasional India memiliki makna berbeda. Oranye mewakili keberanian dan pengorbanan. Putih melambangkan kebenaran, kedamaian, dan kemurnian. Hijau mewakili kemakmuran. Ashoka Chakra melambangkan Hukum Dharma (Kebenaran). Ashoka Chakra harus memiliki dua puluh empat jari-jari di sekelilingnya.

 

Indonesia

Bendera nasional Indonesia/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Negara Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara, juga dikenal dengan nama Sang Saka Merah Putih, Sang Merah Putih, Merah Putih, atau kadang disebut Sang Dwiwarna (dua warna). Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar dua per tiga dari panjang, dengan bagian atas berwarna merah dan bagian bawah putih. Kedua warna ini berukuran sama besar.

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti keberanian, putih berarti kesucian. Merah melambangkan raga manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan jiwa dan raga manusia untuk membangun Indonesia.

 

Irak

Bendera nasional Irak/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera yang digunakan Irak saat ini merupakan versi dengan sedikit modifikasi pada bendera yang diadopsi pemerintah Saddam Hussein pada 1991. Bendera versi terbaru ini mulai digunakan pada 28 Juni 2004 dan perbedaannya terletak pada tulisan Arab yang sedikit berbeda dibandingkan dengan versi 1991.

Arti tiga bintang diubah dari lambang tiga daerah menjadi tiga prinsip partai Ba’ath–“Wihda, Hurriyyah, Ishtirrakiyyah” (Persatuan, Kebebasan, Sosialisme). Saddam Hussein memutuskan untuk menambah kalimat, “Allahu Akbar” di antara tiga bintang ini.

 

Iran

Bendera nasional Iran/Foto: Wikipedia Indonesia

Lambang bendera nasional Iran merupakan perpaduan dari berbagai unsur Islam: empat bulan sabit dan sebilah pedang membentuk monogram Allah yang tumpang-tindih membentuk bacaan syahadat: lā ilāha illà l-Lāh (Tiada Tuhan Selain Allah). Dari kanan ke kiri, sabit pertama membentuk huruf alif, sabit kedua membentuk huruf lam pertama, bilah pedang membentuk huruf lam kedua, dan sabit ketiga dan keempat membentuk huruf ha. Terdapat juga sebuah tasydid di atas bilah pedang yang berbentuk menyerupai huruf W. Secara keseluruhan, lambang ini dirancang menyerupai bunga tulip untuk mengenang orang-orang yang gugur demi Iran dan melambangkan patriotisme, sesuai legenda kuno yang menyatakan bunga tulip merah akan tumbuh dari darah martir.

 

Jepang

Bendera nasional Jepang/Foto: Wikipedia Indonesia

Rancangan bendera nasional Jepang bergambar lingkaran merah di tengah bidang putih. Bendera ini secara resmi disebut Nisshōki (“bendera simbol matahari”) dalam bahasa Jepang, tapi secara umum dikenal sebagai Hinomaru (“lingkaran matahari”).

Warna putih pada bendera Jepang melambangkan kejujuran dan integritas yang sudah menjadi karakter masyarakat Jepang. Lingkaran merah di tengah bendera melambangkan ketulusan dan mewakili Dewi Amaterasu, Dewi Matahari dalam mitologi Jepang. Dewi ini sangat penting dalam agama Shinto (kepercayaan masyarakat Jepang). Konon, Dewi Amaterasu dianggap sebagai pendiri Jepang sekaligus nenek moyang kaisar-kaisar Jepang.

 

Kamboja


Bendera nasional Kamboja/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Kamboja menampilkan motif biru-merah-biru yang tersusun secara horizontal, dengan bidang berwarna merah berukuran lebih lebar daripada bidang berwarna biru. Di tengah bendera terdapat simbol berwarna putih yang aslinya merupakan ilustrasi mini bangunan-bangunan Angkor Wat. Biru menyimbolkan keluarga kerajaan. Merah melambangkan negara. Warna putih pada simbol Angkor Wat melambangkan agama. Kombinasi tiga warna ini memiliki makna negara Kamboja dan rakyatnya yang beragama berada di bawah naungan kerajaan.

Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang, dibuka pada 18 Agustus 2018 dan ditutup pada 2 September 2018. Ini kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah setelah Asian Games Jakarta 1962. Asian Games 2018 yang diikuti 11 ribu atlet menjadi yang terbanyak dalam sejarah.

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengonfirmasi jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang menyusul penutupan pendaftaran peserta pada 30 Juni 2018. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak dalam sejarah Asian Games. Jumlah ini meningkat 20 persen dibanding peserta pada Asian Games Incheon 2014. Cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 40 dengan 465 nomor pertandingan.

Berikut bagian dua rangkuman tentang bendera nasional negara peserta Asian Games 2018 dan maknanya.

 

Kazakhstan

Bendera nasional Kazakhstan/Foto: Wikipedia Indonesia

Setiap simbol di bendera Kazakhstan mewakili hal berbeda. Simbol burung di bawah matahari terkenal dengan sebutan burung berkut (bahasa Sirilik: Беркут) atau elang stepa. Burung berkut yang berarti elang emas melambangkan kebebasan bagi orang-orang Kazakhstan. Warna biru yang menjadi latar bendera Kazakhstan melambangkan langit. Di atas elang stepa ada matahari berwarna emas dengan 32 sinar.

Di dekat kerekan bendera terdapat garis vertikal dengan ornamen nasional negara Kazakhstan. Garis, ornamen nasional Kazakhstan, burung elang stepa, dan matahari di bendera Kazakhstan semuanya berwarna emas.

 

Korea Selatan

Bendera nasional Korea Selatan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Republik Korea Selatan disebut Taegukgi (kadang-kadang diromanisasi menjadi Taegeukgi). Bendera ini memiliki tiga bagian: latar belakang putih, Taeguk merah dan biru di tengah, dan empat trigram hitam, yang dipilih dari yang semula ada delapan, di setiap sudut bendera. Versi yang dipakai saat ini adalah rancangan yang dibuat pada 12 Juli 1948.

Latar belakang putih adalah warna tradisional Korea. Putih melambangkan kedamaian dan kemurnian. Lingkaran di tengah berasal dari filosofi yin dan yang, perlambang keseimbangan alam semesta. Bagian biru melambangkan kekuatan kosmik negatif, dan bagian merah melambangkan kekuatan kosmik positif. Trigram bersama-sama melambangkan prinsip gerakan dan harmonis. Setiap trigram (hangul: Kwae) melambangkan satu dari empat elemen klasik.

 

Korea Utara

Bendera nasional Korea Utara/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Korea Utara ditetapkan sebagai lambang dan bendera nasional pada 8 September 1948. Bintang merah, lambang komunis yang terkenal, dipaparkan di dalam cakra putih. Lambang ini mungkin ada kaitannya dengan simbol yin dan yang dalam budaya Korea. Warna merah melambangkan semangat patriotisme yang bersifat revolusi. Biru menandakan “aspirasi rakyat Korea untuk bersatu dengan masyarakat revolusioner sedunia dan berjuang untuk ide kemerdekaan, persahabatan dan keamanan”.

 

Kuwait

Bendera nasional Kuwait/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Kuwait diadopsi pada 7 September 1961. Sebelum itu, bendera Kuwait, sama seperti negara-negara teluk lainnya, berwarna merah dan putih. Bendera triwarna ini terdiri dari bidang horizontal hijau, putih, dan merah dengan segi tiga sama sisi hitam yang dipotong ujungnya (sehingga menjadi trapesium) di bagian tiang bendera. Warna yang digunakan sekarang merupakan warna Pan-Arab. Desain ini mirip bendera Irak sebelum tahun 1950. Arti warna bendera ini berasal dari puisi Safie Al-Deen Al-Hali:
– Putih untuk perbuatan kita
– Hitam untuk pertempuran kita
– Hijau untuk tanah kita
– Merah untuk pedang kita

 

Kirgizstan

Bendera nasional Kirgizstan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Kirgizstan diperkenalkan pada 3 Maret 1992 setelah Kirgizstan menjadi negara merdeka. Bendera dengan warna latar merah ini bergambar matahari kuning di tengah dengan 40 sinar yang melambangkan 40 suku bangsa Kirgiz. Di tengah matahari terdapat cincin merah campuran dari dua sisiran dari tiga garis.

 

Laos

Bendera nasional Laos/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Laos terdiri dari tiga garis horizontal. Lebar bidang biru di tengah dua kali lebar bidang merah di atas dan bawah. Di tengah terdapat lingkaran putih yang letaknya tepat di tengah bidang biru. Ini satu dari sedikit bendera negara komunis saat ini (selain Kuba) yang tidak menggunakan simbol komunis apa pun. Laos menjadi satu-satunya negara komunis saat ini yang tidak menggunakan bintang bersudut lima di benderanya sebagai lambang. Bendera saat ini diadopsi pada tanggal 2 Desember 1975 ketika Laos menjadi negara sosialis.

Menurut pencipta asli bendera Laos saat ini, Maha Sila Viravong, lingkaran putih di tengah melambangkan kesatuan masyarakat Laos (dan penyatuan kembali masa depan dua wilayah Laos di Laos dan Thailand Timur Laut yang dipisahkan Sungai Mekong) di bawah satu negara. Konon, lingkaran ini juga melambangkan bulan purnama di atas Sungai Mekong. Bidang merah melambangkan tumpahnya darah rakyat Laos di dua tepi Sungai Mekong (penduduk multietnis Laos dan penduduk Isan di timur laut Thailand) dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan dari Prancis. Biru melambangkan Sungai Mekong itu sendiri, yang merupakan simbol kemakmuran bangsa.

Lebanon

Bendera nasional Lebanon/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Lebanon terdiri dari bidang merah di atas dan bawah, dan bidang putih di tengah dengan gambar pohon cedar (aras). Putih melambangkan perdamaian, merah melambangkan darah dan perjuangan.

Gambar pohon cedar hijau di tengah bendera melambangkan keabadian. Pohon ini banyak ditemukan di wilayah Lebanon. Alasan lain pohon cedar digunakan adalah karena pohon cedar sempat disebut di Alkitab.

 

Makau

Bendera Daerah Administratif Khusus Makau /Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Daerah Administratif Khusus Makau Republik Rakyat Tiongkok (bahasa Portugis: Bandeira regional da Região Administrativa Especial de Macau da República Popular da China) berwarna hijau muda dengan bunga seroja putih di atas Jembatan Governador Nobre de Carvalho. Bunga yang menjadi lambang flora Makau ini berada di bawah naungan lima bintang emas yang disusun melengkung. Satu bintang berukuran besar di tengah diapit dua bintang berukuran lebih kecil di kiri-kanannya.

Jembatan Governor Nobre de Carvalho yang menghubungkan Semenanjung Makau dan Pulau Taipa merupakan salah satu penanda penting di daerah ini. Air di bawah bunga seroja dan jembatan melambangkan peran Makau sebagai kota pelabuhan dan peran kunci di daerah ini. Lima bintang mengikuti desain bendera Republik Rakyat Tiongkok, melambangkan hubungan Makau dengan negara tersebut.

Maladewa

Bendera nasional Maladewa/Foto: Wikipedia Indonesia

Nama resmi Maladewa adalah Republik Maladewa. Tetapi, nama panjang lokal yang resmi adalah Dhivehi Raajjeyge Jumhooriyyaa. Bendera nasional Maladewa yang diadopsi pada 25 Juli 1965 ini menampilkan warna latar belakang merah dengan motif persegi panjang hijau dengan bulan sabit putih di tengahnya. Warna hijau dan bulan sabit putih menyimbolkan kemakmuran dan perdamaian. Dari aspek kultural, warna hijau dan bulan sabit juga melambangkan Islam, agama mayoritas rakyat Maladewa. Latar belakang merah melambangkan darah yang ditumpahkan para pahlawan Maladewa.

Malaysia

Bendera nasional Malaysia/Foto: Wikipedia Indonesia

Jalur Gemilang adalah sebutan bagi bendera nasional Malaysia. Bendera ini bercorak 14 pita merah dan putih (melintang) berukuran sama lebar. Corak garis yang diawali dengan pita merah di sebelah atas dan diakhiri dengan pita putih di bawah ini melambangkan jumlah anggota dalam persekutuan 13 negara bagian plus Kerajaan Persekutuan. Tiga belas negara bagian atau persekutuan itu adalah: Johor, Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Pulau Pinang, Perak, Perlis, Sabah, Sarawak, Selangor, dan Terengganu.

Bidang biru tua di kiri atas yang lebarnya hingga sisi atas pita merah kelima melambangkan perpaduan rakyat Malaysia. Bidang ini memuat gambar bulan sabit yang melambangkan agama Islam–agama resmi Malaysia.

Bintang bersudut 14 melambangkan perpaduan 13 negeri dan satu Kerajaan Persekutuan. Warna kuning pada bulan dan bintang adalah warna Diraja bagi Duli-duli Yang Maha Mulia Raja-raja. Merah melambangkan keberanian dan putih melambangkan kesucian.

 

Mongolia

Bendera nasional Mongolia/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Mongolia terdiri dari warna merah, biru, dan merah. Lambangnya api, matahari, bulan, Bumi, air, dan yin-yang. Bendera Mongolia dulu memiliki satu bintang di atasnya, yang sekarang tidak ada karena Mongolia tidak lagi menganut sistem komunisme.

Myanmar

Bendera nasional Myanmar/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Myanmar yang baru diperkenalkan pada tanggal 21 Oktober 2010 ini terdiri dari tiga bidang warna horizontal: kuning, hijau, merah, dengan bintang putih bersudut lima di tengah. Sejauh ini, belum ditemukan penjelasan resmi tentang arti desain bendera Myanmar.

Nepal

Bendera nasional Nepal/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Nepal adalah satu-satunya bendera negara di dunia yang tidak berbentuk segi empat (kuadrilateral). Bendera ini merupakan kombinasi dari dua bendera Hindu dari dua cabang yang berbeda dari penguasa Nepal sebelumnya, Dinasti Rana. Merah adalah warna rhododendron, bunga nasional Nepal. Biru melambangkan perdamaian. Bendera ini diadopsi pada 16 Desember 1962.

Arti simbol dua segi tiga bendera Laos memiliki banyak teori. Ada yang mengatakan ini lambang Pegunungan Himalaya. Ada juga yang mengatakan ini lambang dua agama resmi di Nepal–Buddha dan Hindu. Bahkan dapat juga diartikan sebagai lambang dua keluarga yang memerintah Nepal, yakni Shah dan Rana.

 

Oman

Bendera nasional Oman/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Oman terdiri dari tiga bidang mendatar (putih, merah, dan hijau) berukuran sama lebar. Lambang negara berwarna putih (sebilah belati khanjar diapit dua pedang bersilang) terletak di kiri atas bendera. Putih melambangkan perdamaian dan kemakmuran. Bidang merah vertikal di sisi tiang untuk mengenang perang rakyat Oman melawan serbuan negara asing. Hijau menjadi simbol Jebel Akhdar dan kesuburan.

 

Pakistan

Bendera nasional Pakistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Pakistan dirancang oleh Ameer-ud-Din Khidwai dan diresmikan saat Pakistan merdeka pada 14 Agustus 1947. Bagian hijau melambangkan rakyat beragama Islam dan putih melambangkan kaum minoritas non-Islam. Bulan sabit melambangkan kemajuan dan bintang melambangkan cahaya dan ilmu. Sebutan rakyat setempat untuk bendera ini adalah subz hilali parcham (bahasa Urdu), artinya “bendera hijau dan bulan sabit”.

 

Palestina

Bendera nasional Palestina/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi negara Palestina terdiri dari empat warna: merah, hitam, putih, dan hijau. Dr. Mahdi Abdul Hadi, Kepala Lembaga Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs menuliskan arti warna-warna bendera itu dalam tulisannya yang berjudul “Evolusi Bendera Arab”.

Warna merah melambangkan bendera pemimpin Islam di Andalusia, menandakan kemenangan suku Muslim Arab di Afrika Utara dan Spanyol.

Warna hitam adalah perlambang panji pasukan tempur Nabi Muhammad. Saat kebangkitan Islam dan penaklukan kota Mekkah, Nabi Muhammad membawa dua bendera, berwarna hitam dan putih. Bendera putih bertuliskan kalimat Tauhid, sedangkan bendera hitam digunakan sebagai ikat kepala komandan perang.

Putih adalah warna bendera Dinasti Umayyah yang memimpin Damaskus selama 90 tahun. Putih menjadi warna simbol Perang Badar. Berbeda dengan Dinasti Abbasiyah yang menggunakan bendera hitam sebagai tanda berkabung, Dinasti Umayyah menggunakan warna putih.

Warna hijau adalah simbol Dinasti Fatimiyyah di Afrika Utara, digunakan sebagai perlambang kesetiaan dinasti ini pada Ali bin Abi Thalib.

Qatar

Bendera nasional Qatar/Foto: Wikipedia Indonesia

Desain bendera nasional Qatar mirip bendera Bahrain. Bendera dwiwarna ini terdiri dari warna merah marun di sisi luar dan putih di sisi tiang. Kedua warna dipisahkan satu pola gerigi yang memiliki sembilan “gigi” putih. Putih melambangkan perdamaian, merah marun melambangkan darah yang tumpah sejak abad ke-19. Sembilan “gigi” putih melambangkan Qatar sebagai anggota kesembilan dari “Emirat bersatu” di Semenanjung Persia pada 1916.

 

Singapura

Bendera nasional Singapura/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera yang diperkenalkan pada 3 Desember 1959 ini diciptakan komite yang diketuai Wakil Perdana Menteri pada masa itu, Dr. Toh Chin Chye.

Merah melambangkanmakna persaudaraan dan persamaan semuaa manusia. Putih melambangkan kesucian dan kebaikan. Bulan sabit melambangkan negara muda yang sedang maju. Lima bintang melambangkan lima prinsip yang dipegang Singapura: demokrasi, keamanan, kemajuan, keadilan, dan kesaksamaan.

Bendera Singapura dibuat berdasarkan ide mayoritas masyarakat Melayu yang ada di Singapura. Berdasarkan fondasi budaya, Singapura berasal dari budaya Melayu yang lekat dengan Islam, oleh karena itu bendera resmi Singapura mempunyai makna lain selain makna di atas. Bulan sabit melambangkan kejayaan Islam dan lima bintang melambangkan lima Rukun Islam yang dijunjung tinggi.

 

Sri Lanka

Bendera nasional Sri Lanka/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi negara Sri Lanka disebut dengan nama Bendera Singa. Warna latar belakangnya kuning. Di kiri terdapat bidang persegi panjang vertikal berwarna hijau, lalu jingga. Sementara di bagian tengah hingga kanan terdapat bidang persegi panjang vertikal dengan gambar singa memegang pedang dan empat helai daun pohon Bodhi di sudut-sudutnya. Gambar singa ini terinspirasi dari legenda bahwa Sri Lanka didirikan bangsawan yang datang dari Sinhapura (Kota Singa), India. Daun Bodhi adalah simbol yang identik dengan agama Buddha. Menurut kepercayaan pemeluk agama Buddha, Sidharta Gautama memperoleh pencerahan ketika bertapa di bawah pohon Bodhi. Warna hijau dan jingga berturut-turut melambangkan agama Islam dan Hindu, dua agama minoritas di Sri Lanka.

Suriah

Bendera nasional Suriah/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi Suriah terdiri dari tiga bidang warna horizontal: merah, putih, dan hitam (warna tradisional bendera negara-negara Arab) dengan dua bintang hijau di bidang putih.

Tiga warna ini diadopsi dari warna bendera gerakan Pan-Arab. Khusus warna merah, warna ini juga melambangkan darah pejuang yang gugur. Dua bintang melambangkan persatuan yang sempat terjadi antara Mesir dengan Suriah pada 1958 hingga 1971.

 

Taiwan

Bendera nasional Taiwan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi negara Taiwan saat ini adalah bendera yang digunakan Partai Nasionalis (KMT) sejak 1928. Warna latarnya merah dengan miniatur bendera biru dan bergambar matahari putih di kiri atas. Bendera ini diberi nama China Tradisional: China Ringkas: pinyin: qīng tiān, bái rì, dì hóng (Langit Cerah, Matahari Putih, Seluruh Tanah Merah).

Merah melambangkan pengorbanan dan nasionalisme China. Biru melambangkan kebebasan dan demokrasi. Putih melambangkan kesetaraan. Matahari melambangkan semangat untuk maju. Dua belas segi tiga di sekeliling matahari melambangkan 12 jam dalam sehari. Dalam budaya tradisional masyarakat China, satu jam sama dengan dua jam dalam sistem waktu modern. Simbol matahari putih dan kotak biru juga menjadi lambang Kuo Min Tang, partai penguasa Taiwan saat ini.

 

Tajikistan

Bendera nasional Tajikistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi Tajikistan diperkenalkan pada November1992 setelah Tajikistan menjadi negara merdeka. Bendera ini terdiri dari bidang putih di tengah, diapit bidang merah di atas dan hijau di bawah. Bidang putih lebih lebar daripada bidang merah dan hijau. Di sekeliling mahkota terdapat tujuh bintang. Sejauh ini, belum terdapat informasi resmi tentang makna warna dan simbol bendera resmi Tajikistan.

 

Thailand

Bendera nasional Thailand/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi negara Thailand dalam bahasa Thai disebut Thong Trairong. Artinya “bendera tiga warna”. Bendera ini terdiri dari lima bidang horizontal dengan urutan warna merah, putih, biru, putih, dan merah. Ukuran bidang biru di tengah dua kali lebih besar daripada warna lain. Warna merah-putih-biru secara berurutan melambangkan “negara-agama-raja”, semboyan tidak resmi negara Thai. Bendera ini diresmikan pada 28 September 1917.

 

Timor Leste

Bendera nasional Timor Leste/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi Timor Leste ini mulai digunakan pada 2002. Tanda dan warna bendera serta maknanya menurut Konstitusi Timor-Timur:

– Merah menandakan perjuangan menuju kemerdekaan
– Hitam menandakan ketertutupan yang harus dilawan
– Kuning menandakan sisa-sisa kolonialisme dalam sejarah Timor Timur
– Bintang putih terang melambangkan penunjuk jalan yang benar dan perdamaian.

 

Turkmenistan

Bendera nasional Turkmenistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Turkmenistan diresmikan pada 24 Januari 2001. Bendera ini terdiri dari bidang-bidang vertikal hijau, merah, hijau lebar. Di bidang merah di sisi kerekan tersusun lima karpet bersinggungan. Bulan sabit putih adalah lambang khas Turkic. Lima bintang kecil melambangkan lima provinsi di Turkmenistan.

 

Uni Emirat Arab

Bendera nasional Uni Emirat Arab/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi ini dirancang berdasarkan Bendera Pemberontakan Arab yang diciptakan pada 1916 dan dikibarkan pendukung nasionalisme Arab pada masa pemberontakan untuk mendapatkan kebebasan dari pemerintahan Turki Ottoman.

Merah, putih, hijau, dan hitam adalah warna khas Pan Arab. Menurut sejarah, warna-warna ini telah dikaitkan dengan bangsa Arab dan agama Islam selama beberapa abad. Warna-warna tersebut melambangkan kesatuan dan kemerdekaan orang Arab dan dapat ditemukan pada bendera-bendera negara Timur Tengah lainnya.

 

Usbekistan

Bendera nasional Usbekistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Usbekistan diperkenalkan pada 18 November 1991. Bendera ini terdiri dari bidang berwarna biru muda, putih, dan hijau dengan dibatasi garis merah. Ada simbol bulan sabit dan 12 bintang di latar belakang berwarna biru. Dua belas bintang melambangkan jumlah provinsi di Usbekistan. Bulan sabit melambangkan agama Islam.

 

Vietnam

Bendera nasional Vietnam/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera resmi Vietnam diperkenalkan pada 30 November 1955. Bintang kuning di tengah melambangkan kepimpinan Partai Komunis Vietnam di negara itu. Lima sudut bintang melambangkan kaum buruh, petani, tentara, cendekiawan, dan pemuda. Merah melambangkan kejayaan dan revolusi.

 

Yaman

Bendera nasional Yaman/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Yaman disetujui tanggal 22 Mei 1990, pada hari yang sama Yaman Utara dan Yaman Selatan bersatu. Garis berwarna merah, putih, dan hitam juga merupakan bendera Yaman Utara dan Selatan, melambangkan warna khas Pan Arab seperti bendera Mesir, Suriah, Irak, dan lainnya.

Menurut penjelasan resmi, merah melambangkan persatuan dan darah martir yang tumpah. Putih melambangkan masa depan yang cerah. Hitam melambangkan masa lalu yang kelam.

 

Yordania

Bendera nasional Yordania/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Yordania terdiri dari tiga bidang horizontal (hitam, putih, dan hijau) yang dihubungkan segi tiga merah di kiri. Tiga warna melambangkan Kalifah Abbasiah, Umayyah, dan Fatimiah. Segi tiga merah melambangkan Dinasti Hashemit dan Pemberontakan Arab. Bintang bersudut tujuh, yang merupakan fitur satu-satunya yang membedakan bendera Yordania dari Palestina, memiliki dua arti. Pertama, mewakili tujuh ayat dari Surah pertama Qur’an, dan persatuan rakyat Arab. Kedua, beberapa orang percaya bintang itu merujuk pada tujuh bukit tempat Amman (ibu kota Yordania) dibangun.

Simpan tautan ini untuk menambah pengetahuanmu, sehingga kamu segera tahu jika ada bendera nasional sebuah negara dipasang terbalik atau digambar dengan urutan warna keliru. Nantikan bagian duanya segera.

(Sumber utama tulisan ini adalah Wikipedia Indonesia)

 

SHARE ON FACEBOOK

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED